Segarkan Bentuk Dinding dengan Tekstur Bata

Saat ini tak sedikit arsitek yang menaruh perhatian pada material-material sederhana. Material seperti kayu, bata, dan baja kini tak hanya digunakan sebagai material utama dalam bangunan, namun juga dapat digunakan sebagai pelengkap interior rumah jika “didandani” dengan benar. Bata merah misalnya, dinding bata merah yang sengaja diekspos, kini banyak dilakukan untuk mengejar tampilan yang estetis. Langkah mengekspos bata Bata merah maupun bata beton kini ramai digunakan untuk mendandani interior suatu bangunan. Warna dan tekstur bata merah dianggap data membuat ruangan menjadi bergaya country atau gaya pedesaan. Jika ingin mengekspos material sebagai elemen estetika, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama pilihlah bata merah yang berkualits baik dan tidak mudah retak. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan tekstur dan warna bata. Pilihlah yang seragam baik tekstur maupun warnanya. Untuk urusan ini tergantung dari tampilan dan selera yang Anda inginkan. Kemudian proses pemasangan. Bata yang akan diekspos, sebaiknya tidak diplester. Bersihkan material dari kotoran sisa semen dan pasir setelah pemasangan. Kotoran dari sisa semen yang mengeras akan sangat sulit dibersihkan. Tunggu hingga material dinding benar-benar kering sebelum proses coating dilakukan. Coating merupakan proses pelapisan pada dinding dengan pelaips anti jamur dan air. Pilih coating yang transparan, agar warna bata tidak berubah. Jika mengekspos dinding dengan bata alami dirasa sangat sulit, Anda bisa menggantinya dengan bata dekoratif. Bata ini memiliki warna dan tekstur yang sama dengan bata biasa. Untuk memasang bata jenis ini, Anda tidak perlu mengubah struktur bangunan. Cukup dengan membuat lapisan semen pada pada permukaan dinding, kemudian tempelkan bata satu per satu. Selain bata merah, Anda juga dapat menggunakan bata beton. Bata jenis ini memberi tampilan minimais. Bertekstur netral, dan dingin. Tak hanya terjangkau, material ini juga tahan lama dan dapat digunakan hampir di semua lingkungan.
Jika Anda ingin mewarnai dinding, namun masih ingin mempertahankan tekstur bata maka salah satu cara adalah dengan mengecatnya. Namun ingat, mengecat dinding bata merupakan langkah besar. Setelah memutuskan untuk mengecatnya, tidak ada jalan untuk mundur kembali. Sebelum memulai pengecatan. Pastikan dinding bata benar-benar kering, karena air dapat masuk melalui celah dan mortar di antara sela-sela bata. Jika dinding bata Anda baru, maka penting untuk menunggu dinding tersebut kering. Jadi tunggu hingga makasimal 24 jam, baru Anda bisa memulai untuk mengecatnya. Selain itu, Anda harus memastikan batunya dalam kondisi baik dan bebas dari masalah struktural, seperti mortar yang rusak. Agar hasil cat merata ke seluruh bagian dinding, Anda bisa menggunakan semprotan cat. Peralatan biasa seperti kuas atau roller bisa digunakan jika area yang akan dicat tidak luas. Untuk hasil yang maksimal, Anda dapat mengecat bata dengan pilihan warna berikut: Putih: Warna putih merupakan pilihan populer bagi mereka yang memanfaatkan tekstur bata namun ingin suasana ruangan terlihat bersih. Salah satu keuntungan dari warna ini, selain kemampuannya untuk mencerahkan ruang, adalah mampu membantu untuk merasa rileks. Abu-abu: Selain putih, warna abu-abu juga bisa jadi pilihan. Warna ini merupakan alternatif jika Anda bosan dengan warna putih. Abu-abu mampu membuat tekstur bata apda dinding terlihat minimalis. Merawat dinding bata Dinding bata juga perlu dirawat. Jika dinding bata berada di tempat yang kurang mendapat sinar matahari, maka Anda harus waspada terhadap jamur dan lumut. Untuk menghilangkan jamur dan lumut, gunakan satu cangkir larutan pembersih beserta satu galon air. Kemudian sikat dinding dengan campuran tersebut. Agar tidak merusak bata, jangan menggunakan sikat baja karena akan meninggalkan jejak baja. Jejak baja ini nantinya akan berkarat dan malah menghitamkan warna bata. Sebelum membersihkan bata dengan larutan pembersih, basahi dinding agar tidak menyerap larutan pemutih yang ada pada campuran pembersih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *