Pekerja Masih Tidak Rela Pertagas Diakuisisi PGN Ini Ulasanya

Pekerja PT Pertamina Gas ( Pertagas) masih menolak akusisi 51 persen saham oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN). Para pekerja Pertagas di Semarang dan Kalimantan bahkan melakukan aksi unjuk rasa terkait rencana akusisi tersebut. Ketua Serikat Pekerja Pertagas Nugeraha Junaedy menyebutkan,  yang menolak akuisisi tidak hanya para pekerja di Semarang dan Kalimantan saja,  tetapi Serikat Pekerja Pertagas di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan serta Jakarta semuanya juga menolak. “Tidak hanya Serikat Pertagas, namun Seluruh Serikat Pekerja dibawah Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang terdiri dari MOR (Marketing Operation Region), RU (Refinery Unit), Perkapalan, PEP (Pertamina EP), PGE (Pertamina Geothermal Energi) Se-Indonesia menolak hal yang sama,” tegas Nugeraha kepada Kontan.co.id

Menurut Nugeraha, ada hal mendasar yang tidak bisa diterima para pekerja hingga detik ini terhadap aksi akusisi Pertagas oleh PGN. Salah satunya adalah pemilihan skema akuisisi yang tidak berdasar dan tidak memiliki kajian yang komprehensif terkait divestasi.
“Sekarang CSPA ditandatangani dengan nilai akuisisi 51 persen tiba-tiba, bukan 100 persen, alasannya? Tidak jelas. Oleh sebab itu sangat terlihat sekali proses ini cenderung dipaksakan asal jadi dan sangat terburu-buru,” ujar Nugeraha. Selain itu, Nugeraha juga menyebut dengan diakusisinya Pertagas maka negara bisa dirugikan. Pasalnya pendapatan Pertagas 100 persen tidak lagi dinikmati negara tetapi sebesar 43 persen dinikmati oleh publik karena saham PGN sebesar 43 persen telah dilepas ke publik. Pemerintah seharusnya membiarkan kondisi perusahaan jalan bersinergi satu sama lain seperti apa adanya. “Toh juga sudah dibawah Pertamina,”  ucap Nugeraha. Sinergi sudah dilakukan oleh Pertagas dan PGN selama ini. Seperti pembangunan pipa Duri-Dumai, pembagian wilayah komersial, hingga menjadi anak perusahaan baru dengan Pertamina

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *